Talk Less, Do More
Minggu ini adalah minggu ketiga di kelas kupu-kupu, sempat terpotong libur lebaran selama 2 minggu dan mulai aktif kembali di minggu ini. Kelas kupu - kupu ini adalah saatnya action , tidak lagi hanya berencana dan bermimpi, tapi berusaha membuat tujuan dan mimpi itu terwujud. Sangat menarik yaa.. Di dalam kelas juga sudah disediakan beberapa panduan untuk membantu menjadikan tujuan itu menjadi sebuah real action. Semua proses di kelas kupu - kupu ini dijalani dengan metode mentorship, sehingga kita dapat berdiskusi dengan mentor tentang bidang yang ingin kita tekuni hingga bisa menjadi cekatan.
Diawali dengan melihat kembali ke dalam mind map yang dibuat di pekan kedua Bunda Cekatan
Lembar di atas adalah skala prioritas yang aku buat berdasarkan mind map yang sudah aku buat di pekan kedua kelas Bunda Cekatan di project Peaceful Lavender. Tujuan dalam project itu adalah mengikis obstacles atau rintangan - rintangan untuk menuju perjalanan bahagiaku. Aku meringkasnya menjadi 9 langkah dari yang paling membutuhkan upgrade ilmu karena merupakan kepentingan yang utama. Aku menaruh "Menguasai cara pembuatan kurikulum anak di nomor 1" sebagai prioritas paling atas saat ini. Karena jika aku sudah mampu membuat kurikulum berdasarkan metode dan observasi yang sudah kulakukan pada Riga, maka aku akan lebih tenang dalam menjalani aktivitas dan kewajiban lain dalam keseharian, karena kegiatan Riga sudah terjadwal dan terukur.
Lalu langkah kedua adalah menentukan Tujuan, Set The Goals, menentukan bidang yang mana yang akan aku tekuni sampai menjadi cekatan. Dan aku mengambil bidang yang aku letakkan di posisi pertama dalam skala prioritas yaitu "Pembuatan Kurikulum Anak". Dalam 1-2 bulan ke depan aku akan berusaha untuk mengetahui berbagai metode pembelajaran anak dan pembuatan kurikulum anak sebagai target pertama. Lalu, dalam 1-2 tahun ke depan, aku ingin sudah berada di tahap "Konsisten" dalam membuat kurikulum secara berkala dan menjalaninya sesuai target. Menjadikannya sebuah rutinitas dan keseharian. Pada akhirnya nanti ketika saya sudah rutin dan konsisten menjalani bidang kurikulum anak dari tahap belajar, observasi, membuat, menjalankan, hingga mengevaluasinya, saya ingin bisa membagikan pengalaman dan ilmu yang saya punya kepada ibu - ibu lain yang mungkin juga membutuhkan dalam membersamai anak - anak. Insyaa Allah.
Kemudian sampai ke step ketiga yaitu membuat sebuah Action Plan dari target - target yang sudah dibuat di langkah sebelumnya. Action plan ini membantu kita untuk membuat target - target itu tidak hanya menjadi mimpi. Aku membuat action plan ini untuk mencapai target pertama dalam 1-2 bulan ke depan karena aku ingin mempelajari pembuatan kurikulum anak secara utuh dari pembuatan pelaksaan hingga evaluasi dengan terus berkonsultasi dan diskusi dengan mentorku tercinta yaitu Mbak Firda yang sudah lebih dulu mempelajari dan menguasai pembuatan kurikulum anak. Ada 7 langkah yang aku buat dalm action plan di atas, dan aku akan memulainya minggu ini dengan Mempelajari berbagai metode pendidikan anak. Namun setelah berdiskusi dengan Mbak Firda sebagai mentor, sepertinya terlalu cepat untuk mampu mempelajari berbagai metode pembelajaran hanya dalam waktu seminggu, akhirnya aku memutuskan untuk fokus mempelajari 1 metode dulu yaitu Montessori. Aga aku bisa mempelajarinya dengan lebih fokus dan dalam. Bismillah




Comments
Post a Comment