Perjalanan Mentorship
Kelas kupu - kupu di Bunda Cekatan Ibu Profesional ini memang menggunakan sistem mentorship sebagai sistem belajarnya. Seperti yang sudah kuceritakan di blog sebelumnya. Aku berpasangan dengan Mbak Firda, mentorku dalam membuat kurikulum anak.
Minggu lalu, kami sudah berdiskusi mengenai tujuan belajar serta action plan dalam bidang pembuatan kurikulum anak ini. Dan minggu ini aku belajar sesuai dengan action plan yang sudah aku buat. Dalam proses belajar ini, ternyata sistem mentorship ini sangat membantuku dalam belajar, karena target jelas, ada jadwal yang juga sudah aku buat sendiri, dan tentunya ada mentor tempatku berdiskusi dan bertanya saat aku mengalami kendala dalam menjalankan action plan ku. Selama 4 minggu ini, aku tidak merasa ada masalah dengan sistem mentoring ini maupun dengan mbak Firda sebagai mentor. Malah aku merasa sangat nyaman dan terbantu dalam proses belajar. Ternyata aku baru menyadari, aku lebih banyak demotivasi saat belajar sendiri, dan menjadi tidak konsisten. Mbak Firda sejak awal sangat ramah, dan sangat mengayomi dalam proses diskusi kami. Beliau banyak berbagi tentang ilmu yang dimiliki dan juga tidak judgmental terhadap pemikiran - pemikiran atau rencana - rencana yang saya buat. Sangat terbuka, tapi juga tetap membimbing dan mengarahkan sesuai arahan yang seharusnya. Keren ya mentorku..hehehe.. Jadi untuk belajar diriku juga jika suatu saat aku menjadi mentor.
Proses mentorshipnya sendiri, kami lakukan biasanya seminggu sekali, setelah kami masing-masing menyimak diskusi dengan Ibu Septi, dan kami sama-sama meluangkan waktu untuk berdiskusi. Karena sama - sama punya balita, kebetulan umurnya sama, dan juga mbak Firda sedang hamil besar, jadi waktu diskusi kami cukup fleksibel, namu kami sama - sama tetap berusaha saling membalas chat dan terus berdiskusi walaupun kadang terjeda karena ini dan itu. Tapi alhamdulillah diskusi tetap berjalan lancar dan sesuai harapan dan ekspektasi. Walaupunkami sama - sama terjeda berbagai aktivitas tapi, kami sama - sama menaruh prioritas pada mentorship ini.
Dalam diskusi minggu ini, mbak Firda mengawali dengan menanyakan bagaimana progres action plan yang sedang aku jalankan, apakah sesuai target atau tidak. Sejujurnya, di awal aku berencana mempelajari beberapa metode belajar anak,namun mbak Firda sempat mengingatkan apakah dalam waktu yang pendek mampu menguasai semua, lalu akhirnya aku memangkas rencana, dan memutuskan untuk fokus di satu metode dulu yaitu Montessori. Sesuai jadwal, minggu lalu aku mempelajari metode montessori tersebut , wah dan memang benar, begitu banyak yang harus aku pahami secara mendalam. Terlalu cepat waktu 1-2 minggu untuk mempelajari semua dengan hanya 1-2 jam per hari. Tapi alhamdulillah mbak Firda tetap memberikan motivasi dan memberi sumber belajar baru untukku agar aku bisa tetap terus menggali tentang Montessori. Saat ini aku sudah berada di tahap ketiga dalam action plan ku. Setelah beberapa hari mempelajari tentang dasar-dasar montessori, lalu aku mulai bergerak ke mempelajari tabel perkembangan anak sesuai usia dalam berbagai aspek, dari motorik, kognitif, hingga emosinya. Lalu di tahap ketiga aku memulai observasi perkembangan Riga dengan memberikan worksheet - worksheet sederhana sesuai dengan tabel perkembangan usianya. Baru kumulai beberapa hari ini, dan aku menggunakan prinsip Montessori, dengan membiarkan Riga memilih mau belajar yang mana dari beberapa worksheet yang sudah kusediakan. Dalam keseharian pun aku selalu menanyakan dan mengikuti saja apa yang ingin dimainkan olehnya. Sambil berusaha mencari ide belajar dari apa yang sedang membuatnya tertarik. Alhamdulillah dengan metode ini, membuat ibu dan anak less stress heheheheheh. Walaupun ternyata sejauh ini, sisi kognitif Riga banyak belum terstimulasi dan aku cukup kesulitan dalam menjalani nya. Tapi Mbak Firda terus memotivasi untuk terus mencoba dan berdoa.
Di akhir diskusi mbak Firda memberiku tantangan yang berhubungan dengan kendala yang aku alami dalam membersamai Riga bermain dan belajar yaitu tentang menstimulasi rentang konsentrasi dan kognitif Riga. Mbak Firda menantangku untuk menyediakan media menyendok atau menuang dan meletakannya di rak tempat dia biasa bermain, juga mendemostrasikannya selama 5 hari berturut-turut sampai sabtu depan tgl 20 Juni. Lalu mari kita lihat, apakah Riga akan tertarik kalau setiap hari disodorkan hal yang sama? Cukup 1 jam saja untuk demo ini. Jika tidak tertarik tidak masalah, maka aku harus tetap main saja sendiri. Semoga lama-lama dia tertarik. Aamiin.. Selain itu, setiap malam, luangkan waktu 15 menit saja untuk membacakan buku untuk Riga. Tidak tertarik juga tak masalah, terus membaca saja, semoga Riga akan tertarik. KIta lihat bagaimana hasilnya jika dilakukan secara rutin dalam 5 hari ke depan. Bismillaaah...

Comments
Post a Comment