FALSE CELEBRATION

False Celebration, nama yang unik ya, celebration kok false, hehehe.. Itu adalah istilah baru yang baru saya dengan dari Bu Septi di kelas Kupu-Kupu Ibu Profesional. Sebuah selebrasi untuk mengakui kesalahan dan kekurangan saat kita berproses. Sebuah selebrasi untuk evaluasi dan instropeksi. Belajar untuk menerima dan mengakui kekurangan dan kesalahan yang dilakukan. Bisa dilakukan oleh diri sendiri maupun partner kita terhadap diri kita. Selebrasi ini juga melatih kita untuk bisa menerima kritikan dan saran yang tentunya bisa membangun kita untuk lebih baik. Karena terkadang, di luar sana seringkali kita mendapat komentar atau kritikan yang tidak enak didengar, dan kita harus berlatih untuk mampu menerima itu tanpa "terjatuh", belajar kuat dan tangguh. 

Dalam hal ini, konteks False Celebration adalah dalam program mentorship kami. Bagaimana kondisi hubungan dengan mentor/mentee. Bagaimana dengan action plan yang sudah dibuat, apakah sudah sesuai dengan target atau malah tertinggal. Apa yang kurang, apa yang tidak sesuai, dan lain sebagainya. Berikut adalah tabel evaluasi yang menjadi salah satu false celebration ku



Langkah pertama hingga ketiga pada awalnya aku berikan deadline supaya dapat melangkah lagi ke langkah berikutnya, namun ternyata pada prakteknya materi montessori sangat banyak, begitu pula tentang perkembangan dan observasi, semua ternyata harus dilakukan secara berkelanjutan dan bolak balik , oleh sebab itu aku tulis on progress. Namun alhamdulillah untuk pembuatan kurikulum sudah tercapai sesuai target, aku membuat kurikulum mingguan, sesuai dengan ilmu dasar yang aku dapatkan dari hasil belajar di minggu sebelumnya dan hasil diskusi serta masukkan dari mentor tercinta Mbak Firda. Beruntung banget punya mentor kayak mbak Firda yang selalu sabar mememberi masukan arahan serta saran, dan menjawab apapun yang aku tanyakan hehehe...barakallah ya mbak. sangat bermanfaat banget ilmunya. Pembuatan kurikulum ini sangat membantuku untuk membuat aktivitas sehari hari untuk Riga, ini menjadi salah satu manajemen waktu, sehingga bisa melakukan kewajiban lain dengan lebih tenang, karena aktivitas Riga sudah mulai terukur dan terarah. 

Comments

Popular Posts