SELF ASSESSMENT
Minggu kedua di kelas kupu kupu ini semakin menarik. Kami memulai mentorship dengan bertatap muka melalui video call. Seru-seru deg-degan..hehehe..karena baru kali ini video call dengan teman yang baru saja kenal dan belum pernah bertemu. Tapi setelah dicoba ternyata seru bangeet.. Apalagi mentorku, mbak Firda orangnya baik banget, ramah senyum dan lemah lembut. Jadi mengalir aja obrolan kita di hari Selasa sore kemarin. Pertemuan online kami sempat tertunda, tadinya direncanakan jam 1 siang, tapi ternyata aku belum siap karena senin malam aku baru mendarat di jakarta setelah perjalanan panjang selama 7 jam. Keesokkan harinya, aku masi sibuk dengan unpacking barang-barang bawaan dan tubuh masih lelah, jadi baru sempat menyimak video diskusi Ibu Septi di siang hari. Lalu dengan berbaik hati, mbak Firda menawarkan untuk memundurkan jadwal mentorship kami.. Ah, leganya aku...
Akhirnya jam 3 sore kami memulai mentorship, kami video call melalui whatsapp. Baru beberapa menit mengobrol, ada iklan lg dengan anakku yang terbangun dari tidurnya dan menangis..hahaha.. Haduh, akhirnya lagi-lagi mbak Firda menawarkan untuk memutus telepon kami dulu untuk menenangkan anakku. Alhamdulillah.. Akhirnya setelah anakku tenang, kami memulai lagi video call. Mentorship pun mulai mengalir.
Mbak Firda adalah mentor di Bidang Kurikulum Anak. Aku sungguh sangat tertarik untuk mempelajari ini, karena aku terkadang merasa hilang arah saat mengajaknya bermain dan belajar. tidak tau parameter pencapaiannya dan dan apa saja yang harus dilakukan. Mbak Firda mulai mengajukan beberapa pertanyaan mengenai pengetahuan dan pengalamanku di bidang kurikulum anak. Jujur saja, bisa dibilang pengetahuanku tentang kurikulum anak masih sangat sangat sedikit. Sejauh ini yang aku lakukan baru mencari ide ide aktivitas dan bermain saja. Tentu itu berbeda dengan kurikulum anak yang terukur, berdasar, dan terencana; dengan baik. Paling jauh yang aku lakukan adalah membuat Weekly Activity Plan, itu sedikit lebih terencana karena ada pembagian aktivitas untuk motorik kasar ,halus, dan bahasa. Tapi aku tidak tau bagaimana mengevaluasinya secara mendalam. karena aku tidak mengetahu parameter keberhasilan untuk seusia anakku. Ah, syukurlah bertemu Mbak Firda. Beliau sudah pernah mengikuti Workshop Kurikulum 101. Dari percakapan kami, mbak Firda banyak berbagi dan memberi saya banyak insight baru tentang beraktivitas bersama anak. Bahwa, memang ada tahapan-tahapan dalam perkembangan mereka, bahkan hal simpel yang kadang terlewat olehku. Tidak perlu menggegas mereka cepat pintar ini dan itu, saat ini temani saja mereka melakukan aktivitas life skill dan sensory karenakarea hal itu akan membantu mereka untuk fokus dan nantinya mudah untuk menerima ilmu - ilmu baru. Kuncinya, tidak perlu menggegas.
Masya Allah...
Sungguh tidak sabar menantibsesi mentorship berikutnya. Semoga bisa berjalan lancar..aamiin..

Comments
Post a Comment