FITRAH SEKSUALITAS DAY #6
Grup 6: "Anakku Sudah Puber??"
Oleh : Bunda Sari - Friesca - Ana
Pubertas adalah masa dimana seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan seksual. Masa pubertas biasanya dialami sejak usia 8 atau 10 tahun dan berakhir di usia 16 atau 17 tahun.
Dalam islam disebut Baligh yang merupakan masa yang rentan. Karena anak mulai mencari dan penasaran tentang perubahan yang terjadi pada dirinya. Itulah sebabnya masa ini perlu didampingi orang tua.
Rata- rata anak perempuan puber di usia 8 -13 tahun, sementara anak laki-laki di usia 9-14 tahun. Persiapkan anak menghadapi pubertas 2 tahun sebelum rata-rata anak mengalami puber yaitu rentang 6-9 tahun.
Pubertas dipengaruhi oleh :
- Makanan
- Produk kimia yang dipakai
- Obesitas
- Lingkungan
- Keterlibatan ayah dlam pengasuhan
Urutan Pendidikan Seksualitas sesuai Usia Anak
[0-5 Tahun]
Memastikan kedekatan dan kelekatan dengan anak
usia 0-1 tahun adalah fase oral, paling peka adalah mulut
usia 1-3 tahun adalah fase anal, paling peka adalah anus
usia 3-5 tahun adalah fase phallic, paling peka adalah penis atau klitoris
[5-7 tahun]
Menjelaskan tentang keluarga, mahram, dan orang asing
Menjelaskan tentang aurat, pentingnya menutup aurat dan menahan pandangan
Usia ini mampu dekat paralel dengan ayah dan ibu, kedekatan ini mampu dikuatkan untuk mempertegas identitas bahwa anak tersebut laki-laki atau perempuan (fitrah seksualitas).
[7-10 tahun]
Anak laki-laki perbanyak kegiatan dengan ayah seperti sholat berjamaah di masjid, aktivitas mtorik bersama,dan lebih menghayatti peran seorang laki-laki atau keayahan.
Anak perempuan lebih didekatkan ke ibu, seperti memasak, merawat dkk
[10-12 tahun] Pre Aqil-Baligh
Ajarkan interaksi sehat dengan lawan jenis
Anak laki-laki dekatkan dengan ibu dan anak perempuan dekatkan dengan ayah
Puncak perubahan hormonal
Melatih kepekaan anak bergaul
Mulai selektif memilih teman
Dijelaskan tentang pernikahan dan bahaya pacaran
Perlunya adab menahan diri
Mulai memegang kesepakatan dan aturan memegang gadget
Masa Tamyiiz adalah masa dimana anak sudah bisa membedakan satu sama lain dan sudah bisa berkomunikasi baik dengan teman sebayanya dan orang dewasa.
Prinsip dalam Mendidik Seksualitas Anak
1. Seksualitas yang benar, sesuai dengan norma dan nilai agama
2. Seksualitas yang sehat, menjaga kesehatan organ reproduksinya
3. Seksualitas yang lurus, tetap sesuai fitrahnya sebagai laki-laki dan perempuan sejati
Cara Mencegah Pubertas yang Terlalu Dini
1. Kedekatan dengan ayah berpengaruh memperlambat pubertas pada anak perempuan
2. Pilih makanan sehat
3. Kurangi produk senyawa kimia untuk pemakaian langsung mengenai tubuh, lets go green
Pubertas adalah masa dimana seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan seksual. Masa pubertas biasanya dialami sejak usia 8 atau 10 tahun dan berakhir di usia 16 atau 17 tahun.
Dalam islam disebut Baligh yang merupakan masa yang rentan. Karena anak mulai mencari dan penasaran tentang perubahan yang terjadi pada dirinya. Itulah sebabnya masa ini perlu didampingi orang tua.
Rata- rata anak perempuan puber di usia 8 -13 tahun, sementara anak laki-laki di usia 9-14 tahun. Persiapkan anak menghadapi pubertas 2 tahun sebelum rata-rata anak mengalami puber yaitu rentang 6-9 tahun.
Pubertas dipengaruhi oleh :
- Makanan
- Produk kimia yang dipakai
- Obesitas
- Lingkungan
- Keterlibatan ayah dlam pengasuhan
Urutan Pendidikan Seksualitas sesuai Usia Anak
[0-5 Tahun]
Memastikan kedekatan dan kelekatan dengan anak
usia 0-1 tahun adalah fase oral, paling peka adalah mulut
usia 1-3 tahun adalah fase anal, paling peka adalah anus
usia 3-5 tahun adalah fase phallic, paling peka adalah penis atau klitoris
[5-7 tahun]
Menjelaskan tentang keluarga, mahram, dan orang asing
Menjelaskan tentang aurat, pentingnya menutup aurat dan menahan pandangan
Usia ini mampu dekat paralel dengan ayah dan ibu, kedekatan ini mampu dikuatkan untuk mempertegas identitas bahwa anak tersebut laki-laki atau perempuan (fitrah seksualitas).
[7-10 tahun]
Anak laki-laki perbanyak kegiatan dengan ayah seperti sholat berjamaah di masjid, aktivitas mtorik bersama,dan lebih menghayatti peran seorang laki-laki atau keayahan.
Anak perempuan lebih didekatkan ke ibu, seperti memasak, merawat dkk
[10-12 tahun] Pre Aqil-Baligh
Ajarkan interaksi sehat dengan lawan jenis
Anak laki-laki dekatkan dengan ibu dan anak perempuan dekatkan dengan ayah
Puncak perubahan hormonal
Melatih kepekaan anak bergaul
Mulai selektif memilih teman
Dijelaskan tentang pernikahan dan bahaya pacaran
Perlunya adab menahan diri
Mulai memegang kesepakatan dan aturan memegang gadget
Masa Tamyiiz adalah masa dimana anak sudah bisa membedakan satu sama lain dan sudah bisa berkomunikasi baik dengan teman sebayanya dan orang dewasa.
Prinsip dalam Mendidik Seksualitas Anak
1. Seksualitas yang benar, sesuai dengan norma dan nilai agama
2. Seksualitas yang sehat, menjaga kesehatan organ reproduksinya
3. Seksualitas yang lurus, tetap sesuai fitrahnya sebagai laki-laki dan perempuan sejati
Cara Mencegah Pubertas yang Terlalu Dini
1. Kedekatan dengan ayah berpengaruh memperlambat pubertas pada anak perempuan
2. Pilih makanan sehat
3. Kurangi produk senyawa kimia untuk pemakaian langsung mengenai tubuh, lets go green
Sesi tanya Jawab:
Pertanyaan No 1 Mbak Nisa
di slide terakhir ada bahasan ayah yang berpengaruh thd pubertas anak perempuan.
Apakah sudah ada penelitiannya mbak? Keterkaitannya seperti apa?
Kalau anak laki2 bagaimana?
Terima kasih
Apakah sudah ada penelitiannya mbak? Keterkaitannya seperti apa?
Kalau anak laki2 bagaimana?
Terima kasih
Jawaban:
Bruce J. Ellis, peneliti dari University of Arizona menyebutkan hasil penelitiannya bahwa interaksi dengan laki-laki yang bukan keluarganya dapat mempercepat pubertas pada anak perempuan. Feromon pada lawan jenis dapat mempercepat terjadinya pubertas.
Ayah sangat berpengaruh dalam memperlambat pubertas pada anak perempuan. Dalam buku Do Fathers Matter?, Paul Raeburn mengungkapkan bahwa banyak berinteraksi dengan ayah kandung dapat memperlambat pubertas pada anak perempuan.
Feromon yang dikeluarkan oleh ayah dapat mencegah keluarnya hormon pada anak perempuan. Sementara itu, interaksi dengan ayah tidak berpengaruh pada pubertas anak laki-laki. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi para ayah untuk banyak bermain dengan anak gadisnya agar pubertas muncul pada saat yang tepat.
Go Daddy Go Daddy.. 😁💪🏻
Ayah sangat berpengaruh dalam memperlambat pubertas pada anak perempuan. Dalam buku Do Fathers Matter?, Paul Raeburn mengungkapkan bahwa banyak berinteraksi dengan ayah kandung dapat memperlambat pubertas pada anak perempuan.
Feromon yang dikeluarkan oleh ayah dapat mencegah keluarnya hormon pada anak perempuan. Sementara itu, interaksi dengan ayah tidak berpengaruh pada pubertas anak laki-laki. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi para ayah untuk banyak bermain dengan anak gadisnya agar pubertas muncul pada saat yang tepat.
Go Daddy Go Daddy.. 😁💪🏻
Pertanyaan 2 Mbak Desty Shanum
Assalamualaikum.. apakah akibatnya jika terjadi pubertas terlalu dini.?
Terimakasih
Terimakasih
Jawaban:
Pubertas yang terlalu cepat dapat menjadi masalah tersendiri jika anak kita tidak disiapkan menghadapinya. Setelah puber datang, hormone yang diproduksi tubuh membuat emosi anak lebih naik-turun, dan jika anak belum memiliki kemampuan untuk mengenali dan mengelola emosinya, ia akan lebih sering mengalami kekacauan emosi bahkan depresi.
Selain itu, ketertarikan seksual akan lebih tinggi sehingga jika anak belum disiapkan untuk mengelola perasaan pada lawan jenis, kita tidak bisa membayangkan apa yang akan ia lakukan dengan teman lawan jenisnya.
Ngeri ya bund 🙈
Selain itu, ketertarikan seksual akan lebih tinggi sehingga jika anak belum disiapkan untuk mengelola perasaan pada lawan jenis, kita tidak bisa membayangkan apa yang akan ia lakukan dengan teman lawan jenisnya.
Ngeri ya bund 🙈
Pertanyaan 3 Mbak Deasita
Saat anak sudah mengalami masa pubertas, diakan pasti mulai mengalami ketertarikan thdp lawan jenisnya, bagaimana kita menyikapi hal tsb?
Kadang anak menyembunyikannya dr kita ttg hal ini, apakah kita perlu cek gadget nya ? 😁
Kadang anak menyembunyikannya dr kita ttg hal ini, apakah kita perlu cek gadget nya ? 😁
Jawaban:
Menurut kami,kita harus bangun kedekatan dari awal dengan anak.. dan menjadi orang yang enak diajak curhat.. jadi anak bisa terbuka..
Kalaupun belum terbuka.. kita bisa memberi pertanyaan2 yg bersahabat..
Seperti..
Ada gak yg kk suka?
Gapapa suka.. itu anugerah.. tapi tidak perlu disampaikan ke cowoknya dll
Menurut bu elly risman..
1. Berapa usia anak kita?
2. Cari tau konsep pacar di kepala anak apa? Menurut dia pacaran itu apa?
3. Gali cerita dari anak
4. Ketahui kapasitas pengetahuan anak tentang pacaran
5. Sempurnakan pengetahuan tersebut berdasarkan agama masing-masing
Nah.. jadi ketika anak sudah enak diajak ngobrol.. bisa ngobrol seru tentang pacaran.. jangan ada kata larang.. atau dia akan berontak dan tidak bercerita.. terima perasaannya dulu..
Sedikit tips dari kami :
Tambahan mba :
Tips
1.anak2 generasi Z atau milenial yang sudah mulai mengenal sosmed, kita sebagai orangtua bisa mendampingi agar penggunaanya ke arah yg baik ( jangan jd stalker ya bund, better memang kita bisa minta sharing userid dan passwordnya)
Insya Allah dari situ kita bisa lebih dekat dengan mengenal teman2nya juga.
2. Filter akses ke konten browser.
( ini kami sertakan link nya ya bunda)
https://www.google.co.id/amp/s/de-tekno.com/2016/01/settings-youtube-dan-search-engine-agar-aman-buat-anak-anak-kita/
Pertanyaan 4 Mbak Eka Malinda
Mbak tadi kan ada poin kita harus selektif memilihkan teman utk anak. Kriterian temen yg baik utk anak itu seperti apa? Lalu menjelaskan ke anak kalo “main ga boleh pilih2” sm “temenan sama temen yang baik” itu gmn ya enaknya?
Dari Kemaren saya mikirin masalah ini hehe. Abis anak saya lagi suka niru2 temenya 🙏🏻🙏🏻
Jawaban:
Menurut kami, jika tidak pilah pilih teman dalam muamalah urusan dunia, maka laa ba’sa, tidak mengapa. Kaya miskin, anak pejabat dan anak rakyat jelata di mata kita harusnya sama saja. Manusia tidak dilihat dari derajat dan kedudukan dunianya.
DAn kita sbg org tua kudu piye ya.bund???
Sebaiknya anak main ditemani.. boleh main diluar dengan siapa saja.. dengan pengawasan kita.. kalau ada yg nyeleneh.. kita bisa atasi.
Di balik perilaku ‘negatif’ si teman, ada hal positif bagi anak yaitu cara dan ketahanan ia menghadapi konflik atau perilaku orang lain, karena kelak pada usia dewasa bukan tidak mungkin ia akan menghadapi orang-orang dengan perilaku yang lebih ‘ajaib’ lagi.
Ini rumusnya :
-Bila teman tidak tahu aturan. Masukkan ajaran tata krama dan perilaku yang seharusnya dengan bahasa sederhana yang dipahami anak.
-Bila teman suka mem-bully. Bangkitkan rasa percaya dirinya dan ajarkan dia untuk tidak diam saja.
-Bila teman hanya bermain saja. Tetap terapkan peraturan yang sudah Anda berlakukan.
-Bila teman suka merusak. Bukan larangan yang dibutuhkan anak, melainkan lingkungan yang mendukung.
-Bila teman kasar pada anak. Ajarkan anak untuk mengungkapkan emosi dengan benar.
-Bila teman sakit. Tidak ada cara lain selain menarik anak dari sumber penyakit
Kalaupun belum terbuka.. kita bisa memberi pertanyaan2 yg bersahabat..
Seperti..
Ada gak yg kk suka?
Gapapa suka.. itu anugerah.. tapi tidak perlu disampaikan ke cowoknya dll
Menurut bu elly risman..
1. Berapa usia anak kita?
2. Cari tau konsep pacar di kepala anak apa? Menurut dia pacaran itu apa?
3. Gali cerita dari anak
4. Ketahui kapasitas pengetahuan anak tentang pacaran
5. Sempurnakan pengetahuan tersebut berdasarkan agama masing-masing
Nah.. jadi ketika anak sudah enak diajak ngobrol.. bisa ngobrol seru tentang pacaran.. jangan ada kata larang.. atau dia akan berontak dan tidak bercerita.. terima perasaannya dulu..
Sedikit tips dari kami :
Tambahan mba :
Tips
1.anak2 generasi Z atau milenial yang sudah mulai mengenal sosmed, kita sebagai orangtua bisa mendampingi agar penggunaanya ke arah yg baik ( jangan jd stalker ya bund, better memang kita bisa minta sharing userid dan passwordnya)
Insya Allah dari situ kita bisa lebih dekat dengan mengenal teman2nya juga.
2. Filter akses ke konten browser.
( ini kami sertakan link nya ya bunda)
https://www.google.co.id/amp/s/de-tekno.com/2016/01/settings-youtube-dan-search-engine-agar-aman-buat-anak-anak-kita/
Pertanyaan 4 Mbak Eka Malinda
Mbak tadi kan ada poin kita harus selektif memilihkan teman utk anak. Kriterian temen yg baik utk anak itu seperti apa? Lalu menjelaskan ke anak kalo “main ga boleh pilih2” sm “temenan sama temen yang baik” itu gmn ya enaknya?
Dari Kemaren saya mikirin masalah ini hehe. Abis anak saya lagi suka niru2 temenya 🙏🏻🙏🏻
Jawaban:
Menurut kami, jika tidak pilah pilih teman dalam muamalah urusan dunia, maka laa ba’sa, tidak mengapa. Kaya miskin, anak pejabat dan anak rakyat jelata di mata kita harusnya sama saja. Manusia tidak dilihat dari derajat dan kedudukan dunianya.
DAn kita sbg org tua kudu piye ya.bund???
Sebaiknya anak main ditemani.. boleh main diluar dengan siapa saja.. dengan pengawasan kita.. kalau ada yg nyeleneh.. kita bisa atasi.
Di balik perilaku ‘negatif’ si teman, ada hal positif bagi anak yaitu cara dan ketahanan ia menghadapi konflik atau perilaku orang lain, karena kelak pada usia dewasa bukan tidak mungkin ia akan menghadapi orang-orang dengan perilaku yang lebih ‘ajaib’ lagi.
Ini rumusnya :
-Bila teman tidak tahu aturan. Masukkan ajaran tata krama dan perilaku yang seharusnya dengan bahasa sederhana yang dipahami anak.
-Bila teman suka mem-bully. Bangkitkan rasa percaya dirinya dan ajarkan dia untuk tidak diam saja.
-Bila teman hanya bermain saja. Tetap terapkan peraturan yang sudah Anda berlakukan.
-Bila teman suka merusak. Bukan larangan yang dibutuhkan anak, melainkan lingkungan yang mendukung.
-Bila teman kasar pada anak. Ajarkan anak untuk mengungkapkan emosi dengan benar.
-Bila teman sakit. Tidak ada cara lain selain menarik anak dari sumber penyakit
Review Grup 6:
Presentasi grup 6 mengangkat tema mengenai Pubertas. Bagi ibu-ibu yangputra-putrinya sudah menginjak atau menjelang masa-masa pubertas ini tentu materi ini sangat - sangat membantu. Apalagi jaman sekarang anak-anak seakan semakin cepat mengalami pubertas. Ternyata dari paparan kelompok 6, kedekatan dengan ayah serta kontak dengan senyawa kimia dan pemilihan makanan ikut andil dalam munculnya pubertas. Ini tentu menjadi catatan penting bagi saya pribadi, untuk lebih selektif lagi dalam merawat anak saya. terimakash sharing ilmunya kelompok 6 :)

Comments
Post a Comment